HEADLINES

No headlines available.

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Menurut Slavin (2005: 4) pengertian pembelajaran kooperatif adalah Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran di mana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dalam berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing- masing.

Huda (2012: 27) mengungkapkan bahwa pengertian pembelajaran kooperatif diyakini sebagai praktik pedagogis untuk meningkatkan proses pembelajaran, gaya berpikir tingkat tinggi, perilaku sosial, sekaligus kepedulian terhadap siswa-siswa yang memiliki latar belakang kemampuan, penyesuaian, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Wina Sanjaya (2006: 243) mengungkapkan bahwa Strategi pembelajaran kooperatif memiliki dua komponen utama, yaitu komponen tugas kooperatif (cooperative task) dan komponen struktur insentif kooperatif (cooperative incentive structure). Tugas kooperatif berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok; sedangkan struktur insentif kooperatif merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk bekerja sama mencapai tujuan kelompok.

Menurut Slavin (2005: 4-5) ada banyak alasan yang membuat pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama pendidikan. Salah satunya adalah berdasarkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan prestasi siswa, dan juga akibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antarkelompok, penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam bidang akademik, dan meningkatkan rasa harga diri. Huda (2012: 64-67) mengungkapkan bahwa “pembelajaran kooperatif menjadi salah satu model pembelajaran yang selalu disarankan oleh hampir semua peneliti pedagogis”. Hal ini disebabkan karena pembelajaran kooperatif cenderung memberikan hasil belajar yang lebih baik. Pembelajaran kooperatif juga dipandang sebagai sarana ampuh untuk memotivasi pembelajaran dan memberikan pengaruh positif terhadap iklim ruang kelas yang pada saatnya akan turut mendorong pencapaian yang lebih besar, meningkatkan sikap-sikap positif dan harga diri yang lebih dalam, mengembangkan kemampuan-kemampuan kolaboratif yang lebih besar kepada orang lain.

Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Menurut Huda (2012: 14-15) “pembelajaran kooperatif bersifat menekankan pada proses kerja sama dan saling membantu dalam kelompok belajar”. Lebih lanjut Huda (2012: 53) mengungkapkan bahwa “tujuan pembelajaran kooperatif selain untuk membangun interaksi positif, adalah menciptakan individu-individu yang memiliki kepribadian

dan tanggungjawab yang besar”. Oleh karena itu keberhasilan pembelajaran kooperatif sangat dipengaruhi adanya kerjasama, proses bertukar pikiran dan pendapat di dalam kelompoknya. Slavin (2005: 33) mengungkapkan:

Tujuan yang paling penting dari pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi.

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting. Menurut Taniredja (2012: 60). “tujuan utama pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya”. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik dan tingkat sosial. Tujuan ketiga pembelajaran kooperatif adalah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Kooperatif

Berikut ini adalah keunggulan dari strategi pembelajaran kooperatif:

Keunggulan Strategi Pembelajaran Kooperatif

Menurut Sanjaya (2006: 249-250) keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya:

  • Melalui strategi pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan diri pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa lain.
  • Strategi pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkap ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
  • Strategi pembelajaran kooperatif dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
  • Strategi pembelajaran kooperatif dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggungjawab dalam belajar.
  • Strategi pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi yng cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan mengatur waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
  • Melalui strategi pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik.
  • Strategi pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).
  • Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.

Huda (2012: 64) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif cenderung memberikan hasil belajar yang lebih baik. Uniknya pembelajaran ini bisa diterapkan di hampir semua tingkatan umur, kelas, mata pelajaran, dan tugas akademik. Lebih lanjut Huda (2012: 65) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif dipandang sebagai sarana ampuh untuk memotivasi pembelajaran dan memberikan pengaruh positif terhadap iklim ruang kelas yang pada saatnya akan turut mendorong pencapaian yang lebih besar, meningkatkan sikap-sikap positif dan harga diri yang lebih dalam, mengembangkan skill-skill kolaboratif yang lebih baik, dan mendorong motivasi sosial yang lebih besar.

Keterbatasan Strategi Pembelajaran Kooperatif

Lebih lanjut menurut Sanjaya (2006: 250-251) di samping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran kooperatif juga memiliki keterbatasan, di antaranya:

  • Untuk memahami dan mengerti filosofi strategi pembelajaran kooperatif memang butuh waktu.
  • Tanpa peer teaching yang efektif, maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa jadi apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
  • Penilaian yang diberikan dalam strategi pembelajaran kooperatif didasarkan pada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari, bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap individu.
  • Keberhasilan strategi pembelajaran kooperatif dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang.
  • Melalui strategi pembelajaran kooperatif selain siswa belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri karena banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan secara individual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Artikel masih di lockdown !!