HEADLINES

No headlines available.

Model Pembelajaran Think Pair Share

Pengertian Model Think Pair Share

Model Think Pair Share (TPS) adalah sebuah model yang sederhana, tetapi sangat berguna yang dikembangkan oleh Frank Lyman dari Universitas Maryland. Ketika guru menerangkan pelajaran di depan kelas, siswa duduk berpasangan alam kelompoknya. Guru memberikan pertanyaan di kelas. Lalu, siswa diperintahkan untuk memikirkan jawaban, kemudian siswa berpasangan dengan masing-masing pasangannya untuk mencari kesepakatan jawaban. Terakhir, guru meminta siswa untuk membagi jawaban kepada seluruh siswa di kelas. (Slavin dalam Thobroni 2011:298)

Pembelajaran menggunakan model Think Pair Share dikembangkan dengan berpijak pada teori konstruktivisme. Menurut Nur dalam (Trianto, 2010:28) teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberikan kesempatan bahwa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut. Jadi dalam model Think Pair Share ini siswa mampu membangun dan mengembangkan pengetahuannya secara individu maupun dengan bekerja sama dengan kelompoknya. Model Think Pair Share dalam penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan partisipssi siswa dalam pembelajaran IPS sehingga pengetahuan siswa dapat berkembang.

Model pembelajaran kooperatif ini yang dikembangkan oleh Frank Lyman yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan partisipssi kepada orang lain, mengemukakan pendapat, mendengarkan ide dari siswa lain, kemudian berbagi jawaban dengan siswa dalam kelas

Kelebihan dan Kelemahan Model TPS

  1. 1 Kelebihan model TPS

Menurut Lie (2005: 57), model pembelajaran Think Pair Share memberi kesempatan lebih kepada siswa untuk bekerja sendiri sekaligus bekerja sama dengan teman lainnya. Keunggulan model Think Pair Shareadalah optimalisasi partisipssi siswa. Dengan metode klasikal memungkinkan hanya satu siswa maju dan membagikan hasilnya untuk seluruh kelas, model Think Pair Share ini memberikan sedikitnya delapan kali lebih banyak kepada setiap siswa untuk dikenali dan menunjukkan partisipsasinya di depan  orang  lain.  Selain  itu  model TPS dapat digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkat usia anak didik.

  1. 2. Kelemahan model TPS
    • Membutuhkan koordinasi secara bersamaan dari berbagai aktivitas
    • Membutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan ruangan kelas
    • Peralihan dari seluruh kelas ke kelompok kecil dapat menyita waktu pengajaran yang berharga.

Untuk meminimalisir agar kekurangan pada model ini, guru harus membuat perencanaan yang seksama sehingga dapat meminimalkan jumlah waktu yang terbuang. Selain itu guru juga harus bisa mengkondisikan kelas dengan baik, agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Sehingga materi yang kita berikan bisa dipahami siswa dengan baik.

Dalam penelitian ini peneliti mengkombinasikan model TPS yang di dalamnya terdapat animasi, teks, gambar dan video yang akan membantu proses pembelajaran. Untuk penerapannya peneliti juga menerapkan sistem kerja kelompok dengan tujuan pengoptimalan media pembelajaran dan menciptakan diskusi kelompok untuk membangun pembelajaran yang lebih bermakna. Sintaks model TPS bersifat fleksibel dalam penerapannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan siswa. Sehingga dengan menggunakan model TPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dari siswa.

Dari paparan diskripsi diatas peneliti berasumsi ada hubungan antara model Think Pair Share dengan kualitas   pembelajaran IPS. Semakin baik penggunaan model Think Pair Share, semakin baik pula kualitas pembelajaran yang tercapai. Dengan demikian diprediksikan model TPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang meliputi ketrampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Artikel masih di lockdown !!